March 4, 2024

Masa Pemerintahan Soeharto : Krisis Moneter Orde Baru

https://84.247.181.202/ – Masa Pemerintahan Soeharto sangat penuh polemik, dari mulai masa pemerintahan yang paling lama menjabat. Soeharto berkuasa selama 32 tahun di republik indonesia.

Masa Pemerintahan Orde Baru Soeharto

Setelah kekacauan politik pada 1965, Soeharto menjadi presiden dan memulai Orde Baru di Indonesia. Dia membawa stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang pesat ke negara ini.

Di bawah kepemimpinan Soeharto, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata sebesar 7% per tahun antara tahun 1967 hingga 1997. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspor minyak bumi, gas alam, dan manufaktur serta bantuan luar negeri.

Soeharto juga mendorong investasi asing langsung dengan membuka sektor pertambangan, perkebunan, dan manufaktur bagi perusahaan multinasional. Dia menekankan pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi.

Di bidang politik, Soeharto mendirikan Golkar sebagai satu-satunya parti politik yang diizinkan selama Orde Baru. Dia menindas oposisi politik dan gerakan pro-demokrasi. Walaupun otoriter, rezim Soeharto memberikan stabilitas politik selama lebih dari 30 tahun kepemimpinannya.

Pemerintahan Soeharto berakhir setelah krisis finansial Asia 1997 yang memukul ekonomi Indonesia. Akibat tekanan politik dan protes yang meluas, Soeharto mundur sebagai presiden pada Mei 1998.

Krisis Moneter 1998

Krisis finansial Asia pada tahun 1997 memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian dan politik di Indonesia. Terkait Krisis ini bermula dari anjloknya nilai mata uang dan bursa saham di Thailand, kemudian menyebar ke negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Di Indonesia, krisis ini ditandai dengan jatuhnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Sepanjang tahun 1997 hingga 1998, nilai tukar Rupiah anjlok dari Rp 2.450 per USD menjadi Rp 17.000 per USD. Hal ini menyebabkan harga-harga barang impor melonjak tinggi.

Dampaknya, tingkat inflasi di Indonesia melambung hingga mencapai 77,6% pada tahun 1998. Kondisi ini sangat membebani dan merugikan masyarakat Indonesia. Banyak perusahaan yang gulung tikar, dan jutaan pekerja kehilangan mata pencaharian. Tingkat kemiskinan meningkat tajam akibat daya beli masyarakat yang anjlok. Krisis ekonomi ini berujung pada kerusuhan dan ketidakstabilan politik yang memicu lengsernya Presiden Soeharto dari kekuasaannya setelah 32 tahun berkuasa.

Krisis moneter 1998 merupakan babak hitam dalam sejarah ekonomi dan politik Indonesia. Dampaknya sangat dalam dan masih dirasakan hingga saat ini. Namun krisis ini telah menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan stabil.

BACA JUGA : Penahanan Tanpa Pengadilan Dalam G30S PKI

Share: